Arsip untuk April, 2008
UNSUR-UNSUR KEPRIBADIAN: NALURI
April 26, 2008
3.4 UNSUR-UNSUR KEPRIBADIAN: NALURI
Naluri adalah sesuatu keinginan/ dorongan yang memang sejak dilahirkan ke dunia sudah dimiliki oleh setiap makhluk hidup. Tanpa memiliki naluri/ keinginan/ dorongan, sepertinya setiap makhluk hidup akan mengalami apa yang dinamakan depresai dalam hidup. Hidup akan tidak berarti tanpa memlilki naluri.
Dalam buku Koentjranigrat, para ahli psikologi sependapat bahwa naluri/ keinginan/ dorongan paling sedikit terdiri dari tujuh macam, yaitu
1.Keinginan untuk bertahan hidup
2.Keinginan berhubungan seksual
3.Keinginan untuk mencari makan
4.Keinginan untuk bergaul atau berinteraksi dengan sesama manusia
5.Keinginan untuk meniru tingkah laku sesamanya
6.Keinginan untuk mengabdi/ berbakti(religi)
7.Keinginan untuk mendapatkan keindahan(kesenian)
Dari ketujuh macam naluri/ keinginan/ dorongan tersebut, satu bagian saja ada yang kurang, misalnya Si A tidak memiliki keinginan lagi untuk bertahan hidup, maka Si A tersebut tentu akan mati. Dengan demikian, karena Si A tersebut sudah mati misalnya, tentu keinginan-keinginan yang lain tidak akan dapat terpenuhi dan berjalan. Contoh lain misalnya Si B tidak memiliki naluri/ keinginan untuk bergaul dengan manusia lainnya, tentu keinginan-keinginan yang lain tidak akan dapat berjalan seperti keinginan untuk bertahan hidup, keinginan untuk meniru tingkah laku sesamanya dan keinginan-keinginan lainnya, ini disebabkan karena Si B tadi tidak mau bersosialisasi, sedangkan kita tahu setiap makhluk hidup tidak akan dapat bertahan hidup tanpa orang lain.
Jadi, naluri/ keinginan/ dorongan merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan makhluk hidup. Dari ketujuh macam naluri yang sudah dikemukakan, satu bagian saja putus, maka yang lain tidak akan dapat berjalan, semuanya saling berhubungan dan saling melengkapi.
Hello world!
April 26, 2008Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
NAMA : MUHAMMAD FAUZI
NIM : A1A104003
WAAAH…sepertinya bicara soal Korupasi kayaknya anak TK pun sudah tidak asing lagi untuk mendengarnya. Korupsi di INDONESIA…WAAADUUH makin parah saja…Yaaa ialaaah, kalau saya baca dari tulisan Pa Ersis, gimana korup nggak membudaya, dari lingkungan yang kecil saja misal di keluarga…anak sudah di ajak berpikaran
yang nggak bener oleh Bapa atau Ibunya…di sekolah juga, guru memberi ide-ide yang kotor pada anak didiknya…bagaimana nanti terjun di masyarakat…?TENTU ANDA TAHU SENDIRI JAWABNYA seprti apa. YAAA…kalau mau menghilangkan budaya korupsi…beri anak ide-ide/pikiran yang baik atau ajak anak melakukan perbutan-perbuatan yang arahnya munuju pada kebenaran.
MUHAMMAD FAUZI Feb 28th, 2008 at 10:33 am
NAMA : MUHAMMAD FAUZI
NIM : A1A104003
Sederhana saja kalau kita mau dikatakan manusia yang memiliki kebudayaan. Kita coba cermati dulu lebih dalam apa itu pengertian kebudayaan. KEBUDAYAAN adalah hasil dari cipta, rasa, karya ,dan karsa manusia. Naaah kalau sudah jelas pngertiannya, lalu kita ambil salah satu kata dari arti kebudayaan tersebut, misalnya kata KARYA…Lalu yang menjadi pertanyaan, sudahkah kita berKARYA…?kalau belum, cobalah kita berkarya dari sekarang misalnya dengan tulis…apa yang mau ditulis, jangan takut salah…Dengan menulis maka kita berkarya, kalau kita berkarya berarti kita semua sudah belajar…KEBUDAYAAN…